Dipertemukandengan bulan Muharram adalah kurnia yang demikian agung. Hal yang juga layak disyukuri adalah berjumpa pula dengan hari Jumat. Karenanya, mari gunakan Jumat di bulan Muharaam ini untuk semakin meningkatkan penghambaan kepada Allah SWT. Khutbah Jumat di momen kali ini juga sangat istimewa karena berada di bulan Agustus.
Contentsdan Daftar isi [ hide] 1 Teks khutbah jumat singkat 1 lembar. 2 Teks Khutbah Idul Adha. 3 Khutbah Jumat Kurban. 4 Cara Ceramah, Pidato, Metode Secara Spontan. 5 Teks Khutbah Jumat Singkat. 6 Khutbah Bulan Syawwal. 7 Khutbah Jumat Bulan Syawwal.
Begitujuga kita umat Islam yang mempunyai 12 (dua belas) bulan, mulai dari bulan Muharam - Safar - Rabiul awal - Rabiul tsani - Jumadil awal - Jumadil tsani - Rajab - Sha`ban - Ramadhan (bulan ke 9) - Syawwal - Zulqo`idah - Zulhijah. Bulan yang kesembilan (Ramadhan) adalah bulan yang sangat utama, bulan penghulu segala bulan, Hadis nabi "Bulan yang paling utama adalah
Seseorangjustru bisa merasakan ketenangan hidup jika ia memperbanyak syukur kepada Allah Swt. Artikel ini membagikan materi Khutbah Jumat tentang keutamaan syukur. Dimana salah satunya adalah bisa memberikan ketenangan hidup. Khutbah Jumat berikut sangat cocok disampaikan di bulan Jumadil Awal 1443 H atau bertepatan dengan Desember 2021.
SyekhAbdul Aziz juga mengungkapkan kesan karakter Muslim Indonesia yang kerap memuliakan ulama. Di situ ia terharu sehingga mendoakan kebaikan untuk bangsa Indonesia. "Mereka memuliakan saya. Semoga Allah membalas kebaikan untuk mereka," ucapnya. Ia juga mengatakan bahwa alam Indonesia sangat indah. Banyak terdapat hutan di atas gunung.
KhutbahJumat bulan rajab 1434 h. Salah satu tema yang sangat bagus ketika khutbah Jum'at adalah tentang keutamaan bulan Rajab. Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat di antara bulan Jumadil Tsani Tsaniah dan Sya'ban." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadits tersebut menunjukkan bahwa Bulan rajab adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh
. Jakarta - Bulan Jumadil Awal Jumadil Ula 1441 Hijriyah jatuh pada hari ini, Jumat 27 Desember 2019. Terdapat sejumlah peristiswa penting di bulan ini terkait sejarah Islam. Jumadil Al-Awwal atau jumadil awal juga Jumadil Ula adalah bulan kelima dalam kalender Islam. Bulan ini menunjukkan awal musim panas, karena arti dari bulan ini adalah cuaca panas. Banyak kejadian yang berkesan terkait bulan ini. Bulan Jumadil Awal menjadi bulan ketangguhan bagi sahabat nabi dalam mempertahankan keislaman yang telah mereka yakini. Mereka adalah Abdullah bin Zubair bin Awwam serta ibunya Asma' binti Abu Bakar. Pada 17 Jumadil Awal merupakan hari ketika Abdullah dihukum oleh penguasa yang zhalim pada masa itu. Sedangkan Asma' binti Abu Bakar merupakan sahabat nabi yang luar biasa dan teguh pendirian terhadap Islam, meskipun selalu mendapat tekanan dan siksaan karena keyakinannya. Berikut ini beberapa peristiwa penting dalam Islam yang ada di bulan Jumadil Awal 1. Pertempuran "Moota"Pertempuran Moota terjadi di bulan Jumadil Awal. Nabi Muhammad SAW tidak berpartisipasi dalam pertempuran ini. Khalid bin Walid ditunjuk oleh Nabi Muhammad sebagai jenderal keempat dari pertempuran Moota. Khalid bin Walid juga dijuduki sebagai "salah satu pedang Allah".Moota adalah nama sebuah kota di Suriah yang menjadi tempat pertempuran ini. 2. Nabi Muhammad SAW Menikahi KhadijahDi bulan Jumadil Awal juga Nabi Muhammad SAW menikahi istri tercinta yakni Khadijah binti Khuwailid. Khadijah menjadi wanita yang paling dicintai nabi Muhammad. Khadijah adalah satu-satunya orang yang diberi salam oleh Allah SWT melalui jibril ketika jibril menemui Wafatnya Sahabat NabiDi bulan Jumadil Awal, juga terdapat terdapat beberapa peristiwa wafatnya sahabat nabi yaitu- Zaid bin Haritsah, sahabat nabi Muhammad dan pemeluk Islam paling awal dari kalangan bekas budak nabi Muhammad. - Ja'far bin Abi Thalib, putra dari Abu Thalib, sepupu nabi Muhammad dan kakak dari Khalifah ke-4, Ali bin Abi Abdullah Ibn Rawaahah, salah satu sahabat nabi Muhammad Perang Al-AshirahDikutip dalam buku berjudul 'Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah' oleh Ida Ditri Shohibah, peperangan "Al-Ashirah" pada tahun kedua hijriah, dipimpin oleh nabi Muhammad SAW. Tidak terjadi pertempuran disebabkan perjanjian damai yang diantara Rasulullah SAW dengan Bani Mudlij dan penyokong mereka Bani Hamzah. lus/erd
Teks Khutbah Jumat, Jumadil Awal - Bencana alam yang silih berganti kahir-akhir ini menjadikan sebagian masyarakat merasa sedih dan merasa resah. Mereka tentunya banyak yang tidak menyangka, ada sekian bencana alam yang dialami di berbagai pelosok nusantara. Mulai dari angin, ombak yang tinggi, gempa bumi, longosr, banjir bandang, tsunami, hingga terjadinya kecelakaan baik di drat maupun di udara. Walhasil, cobaan-cobaan yang dialami manusia sepanjang tahun ini, harus disikapi dengan bijak sebagai seorang muslim, dan bangsa Indonesia. Islam sendiri mengklasifikasikan bencana atau cobaan tersebut, bisa disebabkan oleh kesalahan dalam pengelolaan alam itu sendiri. Namun adapula yang memang musibah dan siksaan Allah swt. Maka diharapkan, umat manusia memahami hal ini, agar mereka bisa senantiasa instropeksi dengan kejadian cobaan dan bencana alam tersebut. Contoh Teks Khutbah Jumat Rabiul Awal Dari ulasan diatas, penting kiranya bagi seorang khatib, kiai, tokoh, maupun penceramah / muballigh mengulas materi bencana alam. Khususunya metri tentang sikap seorang muslim terhadap bencana alam yang terjadi, baik pada korban bencana, maupun kita yang selamat. Agar saling tolong menolong, saling memberikan nasehat, motivasi, saling membantu, dan sebagai bahan instrospeksi diri. Dan di bawah ini kami mencoba memberikan salah satu contoh khtubah jumat di bulan Jumadil Awal dengan tema menyikapi bencana alam yang terjadi. Tentu mater khitbah ini kami ambil dari beberapa sumber terpercaya, yang juga bisa anda kembangkan untuk materi kultum atau ceramah agama lainnya. Demikian informasi tentang Contoh Khutbah Jumat Bulan Jumadil Awal, dengan tema, mensikapi bencana alam, semoga tulisan ini bermanfaat.
Jakarta - Pada awal paruh kedua bulan Dzulqa'dah atau awal Juni 2023 ini, redaksi mengetengahkan kumpulan naskah khutbah Jumat yang telah ditayangkan pada pekan-pekan sebelumnya. Teks Khutbah Jumat Singkat Godaan Hati di Balik Keinginan Berangkat Haji Teks Khutbah Jumat Bulan Dzulqa'dah Berlomba-lomba dalam Kebaikan Top 3 Islami Naskah Khutbah Jumat hingga Pupusnya Kesaktian Dukun Teks khutbah Jumat terpilih dinilai relevan dengan kondisi saat ini, di mana jutaan umat Islam dari seluruh dunia berdatangan ke haramain atau dua kota suci untuk menunaikan ibadah haji. Tahun ini, Indonesia memperoleh kuota maksimal, sebanyak 200 ribu jemaah lebih. Naskah khutbah Jumat lainnya yakni mengenai pengetahuan Islam; ibadah hingga aqidah. Kumpulan khutbah dilansir dari sumber-sumber terpercaya, dengan penyusun yang kredibel. Semoga menjadi amal untuk penyusun khutbah dan bermanfaat. Skill Hebat Tim SAR Cilacap Taklukkan Gelombang Tinggi Laut Selatan Jawa
Cilacap - Banyak orang beranggapan bahwa nikmat itu sebatas kesenangan duniawi berupa limpahan harta benda, pangkat dan jabatan. Tentunya saja, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Pasalnya banyak sekali nikmat-nikmat Allah yang harus kita syukuri, selain dari kesenangan-kesenangan duniawi di atas. 6 Peristiwa Penting di Bulan Jumadil Awal, Peperangan hingga Pernikahan Rasulullah SAW Doa Agar Terhindar dari Pertengkaran Merek Bola Al Rihla di Piala Dunia 2022 dan Kitab Ar-Rihlah Ibnu Batutah Perihal banyaknya nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada manusia dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 18 اِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ Artinya “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.” Ayat di atas menjelaskan tentang banyaknya nikmat Allah yang telah diberikan kepada manusia. Saking banyaknya sehingga jikalau kita menghitung nikmat-nikmat itu pasti tidak akan mampu. Saat ini, kita telah memasuki bulan Jumadil Awal atau Jumadil Ula. Berdasarkan namanya, bulan ini dapat diartikan sebagai bulan yang mulai memasuki cuaca yang dingin. Jumadil sendiri berasal dan seakar kata dengan kata jamada’, yang artinya beku. Beku lantaran saking dinginnya sehingga menyebabkan air menjadi beku. Demikian asal muasal bulan ini disebut Jumadil Awal Memang kenyataannya mendekati bulan Jumadil Awal ini, di beberapa wilayah di Indonesia, orang-orang merasakan cuaca yang sangat dingin. Dalam kondisi demikian, biasanya orang mudah sekali terjangkit penyakit. Hal ini disebabkan kondisi tubuh yang kurang fit akan kaget ketika merespon cuaca ekstrim seperti ini dan efek selanjutnya akan mengalami sakit flu, batuk dan demam. Tentunya ketika sakit, kita akan merasakan betapa nikmatnya sehat. Memang acapkali kita sering melalaikan nikmat yang satu ini, yakni nikmat sehat. Padahal nikmat sehat ini sangat penting karena dapat menunjang nikmat-nikmat lainnya. Sebagai contoh nikmat makan, minum, memiliki kendaraan, uang dan lain sebagainya ini tidak ada artinya jika kita sakit. Oleh sebab itu, maka sehat merupakan salah satu nikmat yang juga harus kita syukuri. Berkaitan dengan nikmat sehat, berikut ini teks materi khutbah Jumat Jumadil Awal yang berjudul Mensyukuri Karunia Allah Berupa Nikmat Sehat sebagaimana dikutip dari laman Pertamaاَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَخْرَجَ نَتَائِجَ أَفْكَارِنَا لِإبْرِازِ أَيَاتِهِ وَأَفْضَلَنَا بِرُسُوْلِيَّةِ شَرَفِ الْأَنَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلى جَمِيْعِ الْعَالَمِ. اَللّهُمَّ صَلِّي وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ .وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ هُوَ الْمُنْعِمُ الْمُتَفَضِّلُ، وَإِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللهِ لاَ تُحْصُوْهَا. إِنَّ اْلإِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ. وَاللهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُوْنِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْئًا لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ ولَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ Ma’âsyiral muslimîn rahimakumullâh Kenikmatan hidup paling nikmat di dunia ini adalah nikmat sehat, karena apa pun yang kita miliki di dunia tak akan bisa dinikmati jika kita sakit. Di masa pandemi sekarang ini nikmat sehat menjadi hal yang mahal harganya. Karenanya, kita perlu mensyukuri nikmat sehat dengan sebaik-baiknya. وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللهِ لَا تُحْصُوها، إِنَّ الْإِنْسانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ Artinya, “Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh manusia sangat zalim dan banyak mengingkari nikmat.” QS al-Nahl 18 Nikmat sehat bukan suatu kemewahan seperti emas dan perak. Tetapi menjadi mahal ketika kesehatan telah berubah menjadi sakit. Nikmat sehat merupakan mahkota tubuh, saat kita terbaring sakit, kita baru sadar bahwa kesehatan sangat berharga. Orang yang mengabaikan kesehatan dirinya adalah orang yang menabung masalah untuk masa depannya. Bahkan John Locke seorang Filosof Inggris mengatakan, "Jika dengan memperoleh pengetahuan malah merusak kesehatan kita, maka kita bekerja untuk hal yang tidak berguna." Pantas saja, dalam suatu hadits diriwayatkan عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ، اَلصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ Artinya, “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, dia berkata Nabi saw bersabda Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu lalai padanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” HR Bukhari. Lanjutan Khutbah PertamaDalam Mukhtashar Minhâjul Qâshidîn intisari kitab Ihya` Ulûmiddîn diriwayatkan, ada orang mengadukan kemiskinannya dan menampakkan kesusahannya kepada seorang alim. Lalu Si Alim berkata “Apakah engkau senang menjadi buta dengan mendapatkan 10 ribu dirham?” “Tidak”, jawabnya. “Apakah engkau senang menjadi bisu dengan mendapatkan 10 ribu dirham?” tanya ulang Si Alim. “Tidak”, jawabnya. “Apakah engkau senang menjadi orang yang tidak punya kedua tangan dan kedua kaki dengan mendapatkan 20 ribu dirham?”, lanjut Si Alim. “Tidak”, jawabnya. “Apakah engkau senang menjadi orang gila dengan mendapatkan 10 ribu dirham?” Si Alim terus bertanya. “Tidak”, jawabnya. “Apakah engkau tidak malu mengadukan Tuanmu sedangkan Dia memiliki harta 50 ribu dinar padamu?”, pungkas Si Alim. Dari kisah tersebut, kita dapat memetik pelajaran bahwa nikmat sehat atau kesehatan jauh lebih berharga dibanding uang yang banyak ataupun harta yang melimpah. Ma’âsyiral muslimîn rahimakumullâh Betapa pentingnya nikmat kesehatan, hingga Rasulullah saw pun bersabda مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا Artinya, “Siapa saja di antara kalian masuk waktu pagi dalam keadaan sehat badannya, aman dalam rumahnya, punya makanan pokok pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.” HR Ibnu Majah.Lanjutan Khutbah PertamaDalam Islam menjaga kesehatan menjadi bagian penting dari prinsip-prinsip pemeliharaan pokok syariat maqâsidusy syarî’ah yang terdiri dari; pemeliharaan agama hifdzud dîn, pemeliharaan diri/kesehatan hifdzun nafs, pemeliharaan akal hifdzul aql, pemeliharaan keturunan hifdzun nasab, dan pemeliharaan harta hifdzul mâl. Sebaliknya, Islam melarang berbagai tindakan yang membahayakan kesehatan atau keselamatan jiwa, sebagaimana tersebut dalam firman Allah swt yang artinya, "Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian dalam kerusakan." QS Al-Baqarah 195; dan ayat yang artinya, “Dan janganlah kalian membunuh diri kalian. Sungguh Allah Maha Penyayang kepada kalian." QS an-Nisa' 29. Badan kita punya hak yang harus dipenuhi agar terjaga kesehatan maupun keseimbangannya. Di antara hak badan adalah memberikan makanan pada saat lapar, memenuhi minuman saat haus, memberikannya istirahat saat lelah, membersihkannya saat kotor, dan mengobatinya saat sakit. Ajaran Islam sangat menekankan kesehatan. Agar tetap sehat, ada 10 hal yang perlu diperhatikan, yaitu 1 dalam hal makan, 2 minum, 3 gerak, 4 diam, 5 tidur, 6 terjaga, 7 hubungan seksual, 8 keinginan-keinginan nafsu, 9 keadaan kejiwaan, dan 10 mengatur anggota badan. Diriwayatkan dari al-Abbas bin Abdul Muthallib ra, ia berkata, “Aku pernah datang menghadap Rasulullah saw dan bertanya Ya Rasulullah, ajarkan kepadaku suatu doa yang akan aku baca dalam doaku.’ Saw Nabi menjawab Mintalah kepada Allah ampunan dan kesehatan.’ Kemudian aku menghadap lagipada kesempatan lain dan saya bertanya Ya Rasulullah, ajarkan kepadaku suatu doa yang akan aku baca dalam doaku.’ Nabi menjawab Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah saw, mintalah kesehatan kepada Allah, di dunia dan akhirat.” HR at-Tirmidzi. Hal paling indah di dunia ini adalah anugerah kesehatan dan keluarga bahagia di saat usia makin bertambah tua. Untuk itu tentu kita ingat sabda Nabi Muhammad SAW اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ شَبَا بَكَ قَبْلَ هَرَ مِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ رواه الحاكم ِ Artinya, “Jagalah lima hal sebelum datang lima hal lainnya, yaitu 1 mudamu sebelum tuamu, 2 kesehatanmu sebelum sakitmu, 3 kayamu sebelum fakirmu, 4 luang waktumu sebelum sibukmu, dan 5 hidupmu sebelum matimu. HR Hakim. Lanjutan Khutbah PertamaMa’âsyiral muslimîn rahimakumullâh Sejak pandemi Covid-19 terjadi, kesehatan semakin terlihat penting bagi masyarakat. Wabah Covid-19 menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan. Perilaku hidup sehat seperti mencuci tangan menggunakan sabun, makan makanan bergizi, dan rajin melakukan aktivitas fisik menjadi kegiatan yang saat ini lazim kita lakukan. Hal ini disebabkan adanya keyakinan masyarakat bahwa melakukan kegiatan-kegiatan tersebut merupakan langkah yang efektif untuk menghindarkan diri dari penularan virus Covid-19. Bahkan dengan alasan menjaga kesehatan dan menghindarkan diri dari penyakit, masyarakat rela untuk mengurung diri di rumah selama berhari-hari. Untuk itu, mari kita ingat dan syukuri nikmat sehat ini sebaik-baiknya, agar dapat menggunakannya untuk beribadah dan melakukan berbagai aktifitas yang bermanfaat dalam kehidupan. فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ Artinya, “Maka ingatlah kepada-Ku Allah, niscaya Aku akan ingat kepadamu; dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari-Ku.” QS al-Baqarah 152. Demikianlah khutbah singkat ini, semoga bermanfaat mengingatkan kita agar selalu menjaga kesehatan dan mensyukurinya dengan sebaik-baiknya. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ، وَاسْتَغْفِرُوْا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Khutbah Keduaاَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، وَأَحُثُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحًمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي اْلقُرْآنِ الْكَرِيْمِ هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ، وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، وَقَاضِيَ الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ Khazim Mahrur Saksikan Video Pilihan IniNgaku Keturunan Majapahit dan Punya 11 Istri, Dukun Cabuli Gadis Muda* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat demikian memilukan. Ratusan nyawa meninggal imbas dari gempa dengan kekuatan 5,6 magnitudo tersebut dan menimbulkan kerusakan signifikan. Sebelumnya, masih banyak musibah yang ditimbulkan alam dan mengakibatkan hilangnya nyawa, harta dan fasilitas umum. Menghadapi aneka musibah yang menimpa sejumlah kawasan tersebut, ada pesan yang harus dipegang oleh umat Islam, terutama warga Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin. Agar musibah yang ada menyadarkan semua pihak untuk melakukan muhasabah yakni koreksi diri. Juga jangan sampai menyalahkan pihak lain, karena yang diperlukan adalah bantuan untuk meringankan beban para korban. Naskah khutbah Jumat ini dapat disebar dan digandakan sebagai sarana menebar kebaikan. Mudah-mudah menjadi jariyah yang pahalanya tentu saja dapat diterima saat ini maupun kelak di akhirat. Redaksi Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم}، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah Marilah kesmepatan istimewa dipertemukan di masjid ini digunakan untuk melakukan introspeksi. Melakukan evaluasi diri terhadap kualitas takwa kita dalam artian menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi yang dilarang. Dengan demikian, tiada hari yang telah lewat selain upaya terus memperbaiki kualitas takwa tersebut. Hadirin yang Mulia Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi beberapa musibah yang melanda negeri kita. Mulai dari gempa bumi, tanah longsor, hingga banjir yang tentu mengakibatkan hilangnya nyawa dan rusaknya beberapa fasilitas. Kejadian tersebut membuat kita semua prihatin dan sedih atas musibah yang menimpa terhadap saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana alam. Saudara-saudara kita yang meninggal akibat bencana tersebut mencapai ratusan korban meninggal dunia. Rumah-rumah penduduk dan fasilitas umum juga mengalami kehancuran. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar halaman 108 meriwayatkan sebuah hadits, yang intinya Nabi Muhammad menganjurkan kita untuk membaca istirja’ ketika terjadi musibah, yaitu kalimat إنّاَ لِلهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Allah menjanjikan bagi orang yang mengucapkan kalimat tarji’ ketika terjadi musibah, akan mendapatkan rahmat dan anugerah. Demikian pula Allah akan memberikannya pahala dan pengganti yang lebih baik. Hadirin Hafidhakumullâh Terkait musibah gempa bumi, Nabi dalam riwayat Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, juz I halaman 221 bersabda حَدَّثَنَا حَفْصٌ، عَنْ لَيْثٍ، عَنْ شَهْرٍ، قَالَ زُلْزِلَتِ الْمَدِينَةُ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ إِنَّ رَبَّكُمْ يَسْتَعْتِبُكُمْ فَأَعْتِبُوهُ Artinya Diceritakan dari Hafs, dari Laits dari Syahr, beliau menyatakan Kota Madinah pernah mengalami goncangan di masa Nabi Muhammad SAW. Kemudian Nabi bersabda Sesungguhnya Allah SWT mengingatkan kalian, maka ingatlah pada Allah. Gempa bumi juga terjadi di masa Sayyidina Umar bin Khattab Radliyallâhu Anhu. Dalam kitab Istidzkar, juz II, halaman 418 dikisahkan sebagai berikut رواه بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ صَفِيَّةَ قَالَتْ زُلْزِلَتِ الْمَدِينَةُ عَلَى عَهْدِ عُمَرَ حَتَّى اصْطَكَّتِ السُّورُ فَقَامَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ مَا أَسْرَعَ مَا أَحْدَثْتُمْ وَاللَّهِ لَئِنْ عَادَتْ لَأَخْرُجَنَّ مِنْ بَيْنِ أَظْهُرِكُمْ Artinya Madinah pernah terjadi gempa di masa Umar radliyallâhu anh hingga pagar bergerak, kemudian Umar berdiri dan memuji kepada Allah SWT. Kemudian Umar berkata Betapa cepatnya apa yang telah kalian perbuat, demi Allah jika gempa terjadi lagi, maka saya akan keluar dari sisi kalian. Dalam menganalisis masalah terjadinya gempa bumi, Sayyidah Aisyah sebagaimana dikutip Imam Hakim dalam kitab Al-Mustadrak ala Shahihain lil Hakim, juz IV, halaman 561, pernah memberikan penjelasan tentang gempa bumi seperti ini أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُؤَمَّلِ بْنِ الْحَسَنِ، ثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الشَّعْرَانِيُّ، ثَنَا نُعَيْمُ بْنُ حَمَّادٍ، ثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْجَهْمِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا وَرَجُلٌ مَعَهَا، فَقَالَ الرَّجُلُ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ حَدِّثِينَا حَدِيثًا عَنِ الزَّلْزَلَةِ، فَأَعْرَضَتْ عَنْهُ بِوَجْهِهَا، قَالَ أَنَسٌ فَقُلْتُ لَهَا حَدِّثِينَا يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ عَنِ الزَّلْزَلَةِ، فَقَالَتْ يَا أَنَسُ إِنْ حَدَّثْتُكَ عَنْهَا عِشْتَ حَزِينًا، وَبُعِثْتَ حِينَ تُبْعَثُ وَذَلِكَ الْحُزْنُ فِي قَلْبِكَ» فَقُلْتُ يَا أُمَّاهُ حَدِّثِينَا، فَقَالَتْ " إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا خَلَعْتَ ثِيَابَهَا فِي غَيْرِ بَيْتِ زَوْجِهَا هَتَكَتْ مَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ حِجَابٍ، وَإِنْ تَطَيَّبَتْ لِغَيْرِ زَوْجِهَا كَانَ عَلَيْهَا نَارًا وَشَنَارًا، فَإِذَا اسْتَحَلُّوا الزِّنَا وَشَرِبُوا الْخُمُورَ بَعْدَ هَذَا وَضَرَبُوا الْمَعَازِفَ غَارَ اللَّهُ فِي سَمَائِهِ، فَقَالَ لِلْأَرْضِ تَزَلْزَلِي بِهِمْ، فَإِنْ تَابُوا وَنَزَعُوا وَإِلَّا هَدَمَهَا عَلَيْهِمْ " فَقَالَ أَنَسٌ عُقُوبَةٌ لَهُمْ؟ قَالَتْ رَحْمَةٌ وَبَرَكَةٌ وَمَوْعِظَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ، وَنَكَالًا وَسَخْطَةً وَعَذَابًا لِلْكَافِرِينَ» قَالَ أَنَسٌ " فَمَا سَمِعْتُ بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثًا أَنَا أَشَدُّ بِهِ فَرَحًا مِنِّي بِهَذَا الْحَدِيثِ، بَلْ أَعِيشُ فَرِحًا وَأُبْعَثَ حِينَ أُبْعَثُ وَذَلِكَ الْفَرَحُ فِي قَلْبِي - أَوْ قَالَ فِي نَفْسِي - هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ، وَلَمْ يُخْرِجَاهُ» Inti dan kesimpulan dari hadits di atas adalah ketika masyarakat telah menghalalkan zina, meminum minuman keras, Allah akan memerintahkan bumi untuk gempa, jika mereka bertobat, gempa akan berhenti. Namun jika mereka tidak bertobat, maka gempa akan menghancurkan dan meluluhlantakkan mereka. Anas bertanya Apakah ini hukuman, wahai ummul mukminin? Ini adalah rahmat, berkah, dan nasihat pelajaran bagi orang mukmin, dan azab bagi orang kafir. Jamaah Jumat yang Berbahagia Bagaimana langkah bijaksana dalam menyikapi bencana dan musibah yang menimpa saudara kita? Pertama, sebagai sesama saudara sebangsa dan setanah air, kita harus saling membantu sesuai dengan kemampuan. Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim, juz IV, halaman 2074 meriwayatkan sebuah hadits dari Nabi Muhammad SAW قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ Artinya Barang siapa menghilangkan kesusahan dari orang mukmin, Allah akan menghilangkan kesusahannya di hari kiamat. Barang siapa membantu orang yang kesulitan, Allah akan memudahkannya urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi aib orang muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu melindungi hamba-Nya selama menolong saudaranya. HR Muslim Jika mampu untuk memberikan bantuan harta benda, kita sisihkan sebagian harta benda untuk mereka melalui instansi yang terpercaya, seperti LAZISNU, Baznas, PMI, dan lembaga penyalur bantuan lain yang kredibel. Jika kita mampu dengan tenaga dan keterampilan, berikan kemampuan dengan menjadi relawan di tempat bencana. Jika tidak memiliki harta maupun tenaga, kita berikan doa untuk mereka agar diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian dari Allah SWT. Kita bayangkan bagaimana kalau seandainya kita atau keluarga yang menjadi korban bencana, kita minimal berempati dan berduka atas kejadian. Karena itu, mari kita bantu mereka sesuai dengan kemampuan. Ingat, lebih baik kita membantu daripada dibantu, lebih baik kita memberi daripada diberi, dan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Allah akan memudahkan segala urusan kita selama meringankan beban saudara yang membutuhkan. Kedua, sabar. Makna asal dari sabar adalah “menahan”. Secara syari, pengertian sabar sebagaimana yang dikatakan oleh Ahmad Farid dalam kitab Tazkiyatun Nufûs, juz I, halaman 79 sebagai berikut الصَّبْرُ حَبْسُ النَّفْسِ عَنِ الجَزْعِ وَاللَّسَانِ عَنِ التَّشَكِّي، وَالجَوَارِحِ عَنْ لَطْمِ الخُدُوْد وَشَقِّ الثِيَابِ وَنَحْوِهِمَا Artinya Sabar adalah menahan diri dari menggerutu, menahan lisan dari mengeluh, dan menahan anggota badan dari menampar pipi, merobek-robek baju dan sesamanya. Jadi, sabar tidak hanya di bibir, namun juga di hati dan anggota badan. Ketiga, dalam menyikapi terjadinya musibah gempa bumi, kita harus ridha dengan ketentuan Allah SWT. Ibnu Majah dalam kitab Sunan Ibnu Majah, juz II, halaman 1338 meriwayatkan hadits إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ Artinya Sesungguhnya besarnya balasan sesuai dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, ketika Allâh mencintai suatu kaum, Allah akan mengujinya. Siapa yang ridha, ia akan mendapatkan ridla Allah SWT. Siapa yang membencinya, ia akan mendapatkan kemurkaan Allah. Hadirin yang Berbahagia Bagaimana cara menghentikan musibah gempa bumi? Sebagai manusia biasa, kita harus introspeksi diri dan evaluasi diri untuk segera bertobat dari segala dosa dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Karena bencana alam adalah peringatan Allah bagi kita semua, peringatan untuk meningkatkan ketakwaan, peringatan untuk meninggalkan dosa, dan peringatan agar kita bertobat kepada Allah SWT. Jika sekiranya kita beriman dan bertakwa, pastilah Allah akan melimpahkan kepada kita berkah dari langit dan bumi, karena itu mari mulai dari diri kita, keluarga, tetangga, dan jamaah, mulai dari yang paling mudah, dan mulai dari sekarang untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Artikel diambil dari Khutbah Jumat Tiga Sikap Bijaksana Menghadapi Bencana Semoga saudara-saudara kita di Cianjur, Jawa Barat dan kawan di Jawa Timur seperti Trenggalek, Banyuwangi, Blitar dan daerah lain diberi kesabaran, ketabahan, kekuatan, kemudahan dalam menghadapi semuanya. Semoga gempa yang terjadi menjadi yang terakhir yang terjadi di negeri kita, Indonesia. Ya Allah jadikanlah negeri ini menjadi negara yang aman dan selamat dari segala musibah, negara yang tentram, makmur, dan selalu mendapatkan perlindungan-Mu ya Allah. Negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Amîn ya rabbal alamin. جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيمْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ . عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Jumadil Awal atau Jamadil Awal merupakan bulan ke-5 dalam kalender dan juga Takwim Hijrah dimana ada lima bulan yang namanya sudah ditetapkan untuk mengikuti musim yang sudah berlaku pada bulan tersebut yakni Rabi’ul Awal, Rabi’ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir dan juga keistimewaan Awal adalah bulan pertama dan menjadi awal dari musim sejuk yang menjadi tanda dari datangnya musim dingin dan akan berakhir pada Jumadil Akhir. Sedangkan dari segi bahasa, Jumad memiliki arti kering atau beku, sedangkan Awal berarti permulaan atau pertama. Sebenarnya tidak ada keistimewaan khusus dalam bulan Jumadil Awal ini dan keistimewaan yang terkandung sama dengan bulan bulan lainnya dan berikut ini adalah beberapa keistimewaan dari bulan Jumadil Awal atau Jamada al Awwal memiliki arti bulan pertama dalam musim sejuk dan awal mula dari musim dingin. Penamaan ini diberikan karena pada bulan tersebut, orang Arab di zaman dulu bertembung di hari hari dalam musim sejuk yang sangat dingin dan terjadi peristiwa kekeringan air atau air yang membeku dan saat itu seluruh telaga, parit dan sungai lebih sejuk dan kering dari berikut ini terdapat beberapa keistimewaan yang ada di bulan Jumadil Awal, antara lain Membaca DoaKeistimewaan dari bulan Jumadil Awal dan yang paling utama yakni membaca doa yang sarat akan banyak nilai nilai spiritual dan juga melakukan amalan istighfar seperti contohnya yang ada dalam kitab Iqbal al Amal dari Sayid Ibnu Thawus. Puasa Tiga HariHikmah puasa sunnah selama tiga hari sangat disunnahkan dan nilainya akan dihitung layaknya pasa dahr atau setahun sebab amalan shalij dalam Islam akan diganjar sebanyak sepuluh kali lipat. Berpuasan sehari akan diganjar seperti puasa sepuluh hari dan siapa pun yang berpuasa selama tiga hari di setiap bulan, maka akan dihitung puasa setahun penuh.“Dan sesungguhnya cukuplah bagimu berpuasa tiga hari dari setiap bulan. Sesungguhnya amal kebajikan itu ganjarannya sepuluh kali lipat, seolah ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” [HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan an Nasai]. Disunnahkan Melakukan Ayyamul BidhPada bulan Jumadil Awal juga disunnahkan untuk melakukan Ayyamul Bidh atau hari hari putih seperti yang sudah diriwayatkan Abi Dzarr Radhiyallahu Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Wahai Abu Dzarr, jika engkau ingin berpuasa tiga hari dari salah satu bulan, maka berpuasalah pada hari ketiga belas, empat belas, dan lima belas.” [HR. At Tirmidzi dan al-Nasai. Hadits ini dihassankan oleh al-Tirmidzi dan disetujui oleh Al-Albani dalam al-Irwa’ no. 947]. Bulan Baik Untuk Mendisiplinkan DiriBulan Jumadil awal bisa dijadikan waktu terbaik untuk mendisiplinkan diri yang dilakukan dengan berpuasa Dengan melakukan puasa, maka kita terlatih untuk makan dan minum pada waktu yang sudah ditentukan yakni sahur dan berbuka puasa. Dengan melakukan puasa ini, hidup akan semakin disiplin untuk melakukan segala hal. Supaya puasa bisa berjalan dengan baik, maka tips persiapan menjelang puasa juga sangat harus dilakukan agar puasa bisa berjalan dengan lancar. Membaca Doa Ziarah Sayidah Fatimah as Zahra asBulan Jumadil Awal juga disunnahkan untuk membacakan doa ziarah pada Sayidah Fatimah as Zahra as sebab Beliau sudah berpulang selama 75 hari sesudah Rasulullah SAW wafat dan mengingtak Rasulullah SAW wafat di tanggal 28 Safar, maka kemungkinan Sayidah Fatimah as wafat pada salah satu hari di tanggal ke-13, 14 atau 15. Mengajarkan Kesungguhan BeribadahBulan Jumadil Awal juga menjadi bulan yang baik untuk lebih memperlihatkan kesungguhan dalam beribadah. Beberapa ibadah yang bisa dilakukan juga sangat banyak seperti membaca khatam Al Quran atau setidaknya memperoleh manfaat membaca Al Quran satu juz dalam sehari sehingga dalam satu bulan Jumadil bisa mengkhatamkan Al Quran. Shalat SunnahPada bulan Jumadil Awal juga disunnahkan untuk menunaikan shalat sunnah. Di rakaat pertama membacakan al Fatihan dan juga al Ikhlas sementara di rakaat kedua membacakan surat al Fatihah dan al Kafirun dan sesudah salam maka dianjurkan juga untuk membacakan doa ziarah untuk putri dari Rasulullah SAW tersebut. Bulan Memohon AmpunanSeperti halnya bulan bulan yang lain, bulan Jumadil Awal juga menjadi waktu yang tepat untuk memohon taubat pada Allah SWT. Ii menjadi bulan baik untuk memohon ampunan dari dosa yang sudah pernah kita perbuat. Waktu Terbaik Mendirikan RumahApabila seseorang yang ingin mendirikan sebuah rumah atau hunian, maka disarankan untuk mendirikan rumah tersebut pada bulan jumadil awal yang memiliki keisitimewaan tersendiri yakni memberikan rezeki lebih berlimpah dan juga kebahagiaan. BersedekahBersedekah tidak hanya harus dilakukan pada beberapa hari atau bulan tertentu saja, namun memasuki bulan Jumadil Awal juga bisa melakukan sedekah dalam Islam yang memberikan keistimewaan pahala sangat besar bagi siapapun yang ulasan yang bisa kami berikan pada kesempatan kali ini tentang bulan Jumadil Awal. Semoga bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semua seputar Islam khususnya mengenai bulan Islam.
khutbah jumat bulan jumadil awal