MakaAllah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azhab neraka." (Ath Thur 25-27) Ibnu Abu Dunya menyebutkan hadits dari Rabi' bin Shabih dari Hasan dari Anas bin Malik yang meneruskannya dari Rasulullah SAW, "Jika penghuni Surga telah memasuki Surga, maka setiap orang dari mereka merindukan pertemuan dengan saudaranya yang lain. OrangYang Sudah Wafat Tahu Apa yang Dilakukan Saudara dan Keluarganya: Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menceritakan tentang dialog antar arwah, salah satu dialognya adalah menceritakan kabar Si Fulan di dunia: ุฅูู†ูŽู‘ ููู„ูŽุงู†ู‹ุง ู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฑูŽู‚ูŽ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง Si Fulan telah meninggal dunia (HR. Al Bazar no. 9760. Menurutnya Rasulullah Shallallahu A'alaihi Wa Sallam sangat merindukan saudaranya, sampai sangat ingin berjumpa. "Aku menghendaki dan aku ingin berjumpa dengan saudara-saudaraku. Maka berkata sahabat Nabi SAW; Bukankah kami adalah saudaramu Wahai Rasul? Salam atas kalian wahai penghuni (kuburan) tempat orang-orang beriman. Aku insya Allah akan menyusul kalian. Aku ingin sekali berjumpa saudara-saudaraku.' Mereka (para sahabat) berkata, 'Wahai Rasulullah, bukankah kami saudaramu?' Beliau bersabda, 'Kalau kalian adalah para sahabatku. Beliaumenjawab, "Aku rindu kepada saudara-saudaraku." Mereka berkata, "Bukankah kami adalah saudara-saudaramu ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Bukan, kalian adalah sahabat-sahabatku. Adapun saudara-saudaraku, maka mereka adalah kaum yang datang sesudahku, mereka beriman kepadaku dan tidak melihatku." Bahwsannya Rasulullah SAW, bersabda: janganlah kamu masuk ke kamar-kamar perempuan. Seorang laki-laki Anshar berkata: Ya Rasulullah terangkan kepadaku, bagaimana hukum masuk ke dalam kamar ipar perempuan. Nabi SAW menjawab; ipar itu adalah kematian (kebinasaan)." (Al Bukhari 67; 111: muslim 39: 8: Al lu'lu-u wal marjan 3;69-70). . ๏ปฟOleh Theresa Corbin penulis The Islamic, Adult Coloring Book dan co-author The New Muslimโ€™s Field Guide, Amerika Serikat BEBERAPA waktu yang lalu, saya membaca sesuatu yang membuat saya benar-benar berpikir tentang menjadi sahabat Nabi Muhammad Saw. Seperti apa ya, jadinya? Seberapa mudahnya seorang sahabat memiliki akses aktual ke Rasulullah? Seberapa sulitkah menghadapi musuh-musuh Islam? Dan betapa nyamannya hati ini hanya dengan melihatnya? BACA JUGA Fakta-fakta Menarik Nabi Muhammad Kemudian saya diingatkan bahwa, saya tidak terlahir sebagai Sahabat di masa Nabi. Itu merupakan kehendak Allah. Namun, aku merasa sangat jauh dari Nabi. Saya ada pada waktu dimana Nabi tidak mungkin akan mengenali saya. Saya hidup dalam masyarakat yang berbeda, berbicara dalam bahasa yang berbeda, dan mengetahui serta memahami budaya yang berbeda, jauh sekali darinya. Ada sebuah riwayat yang menyebut bahwa Nabi datang ke sebuah pemakaman dan berkata, โ€œSalam atas kalian wahai penghuni kuburan tempat orang-orang beriman. Aku insya Allah akan menyusul kalian. Aku ingin sekali berjumpa saudara-saudaraku.โ€™ Mereka para sahabat berkata, Wahai Rasulullah, bukankah kami saudaramu?โ€™ Beliau bersabda, Kalau kalian adalah para sahabatku. Saudara-saudaraku adalah mereka orang-orang beriman yang belum ada sekarang ini dan aku akan mendahului mereka di telaga.โ€™ Mereka berkata, Wahai Rasulullah, bagaimana engkau mengenali orang-orang beriman yang datang setelah engkau dari kalangan umatmu?โ€™ Beliau bersabda, Bukankah jika seseorang punya kuda yang sebagian kecil bulunya putih akan mengenali kudanya di tengah kuda-kuda yang hitam legam?โ€™ Mereka menjawab, Yaโ€™ Beliau berkata, Sesungguhnya mereka akan datang pada hari kiamat dengan cahaya putih karena wudhu. Dan aku akan menunggu mereka di telaga.โ€ HR Bukhari dan Muslim Mengetahui bahwa Nabi telah memanggil generasi pengikutnya di masa depan sebagai saudara dan saudariโ€™ membuat saya kesal. Karena meskipun saya jauh darinya di waktu dan tempat dan dalam banyak hal lainnya, saya berusaha keras untuk menjadi saudara perempuannya, keluarganya. Coba pikirkan, siapa yang lebih dekat daripada saudara kandung? Kita semua memiliki teman-teman yang bergaul dengan kita dan mendengarkan masalah kita, dan bahkan menerima nasihat kita. Tetapi pada akhirnya, tidak ada yang lebih dekat dengan kita selain saudara-saudari kita. Tidak ada yang lebih dekat dengan Anda daripada keluarga Anda. Panggilan Nabi kepada orang yang beriman di generasi mendatang sebagai saudara-saudaranya, membuat hati saya terhibur dan membuat saya merasa sangat dekat dengannya. Tetapi bagaimana kita bisa lebih dekat dengannya daripada para Sahabat? Suatu ketika, Nabi SAW berkumpul bersama sahabat-sahabatnya yang mulia. Di sana hadir pula sahabat paling setia, Abu Bakar ash-Shiddiq. Kemudian Nabi berkata, โ€œWahai Abu Bakar, aku begitu rindu ingin bertemu dengan saudara-saudaraku.โ€ Suasana di majelis itu hening sejenak. Terlebih Abu Bakar. Itulah pertama kalinya dia mendengar pengakuan Nabi. โ€œApakah maksudmu berkata demikian, wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?โ€tanya Abu Bakar โ€œTidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku.โ€ jawab Rasul. โ€œKami juga saudaramu, wahai Rasulullah,โ€ kata seorang sahabat yang lain. Rasulullah menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum. Kemudian Nabi bersabda โ€œSaudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintai aku melebihi anak dan orang tua mereka. Mereka itu adalah saudara-saudaraku dan mereka bersama denganku. Beruntunglah mereka yang melihatku dan beriman kepadaku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah melihatku.โ€ Hadis Muslim Bayangkan jika Anda seorang Sahabat dan mendengar bahwa ternyata And tidak disebut sebagai saudara oleh Nabi. Pasti sulit bagi mereka untuk mendengar hal itu. Namun, hadis ini menjadi berita gembira bagi pengikut Rauslullah Saw yang akan merasa jauh darinya karena jarak dan waktu, namun mereka tetap beriman terhadap Allah dan sunnah Nabi meski tanpa pernah melihat atau bertemu langsung dengannya. Keyakinan tanpa melihat ini adalah cinta dan kepercayaan tertinggi yang membuat kita begitu dekat dengan Nabi, Tetapi masih banyak dari kita yang merasa jauh darinya, meskipun kita merasakan cinta yang besar dan rasa hormat kepadanya. Jadi bagaimana kita bisa merasa lebih dekat? Ada banyak cara untuk merasa dekat dengan Nabi Muhammad dan karenanya dekat dengan Allah. Pertama,bershalawat. Allah SWT berfirman โ€œSesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.โ€ QSAl Ahzab56 Nabi Muhammad saw bersabda โ€œAllah memiliki para malaikat yang berkeliling di bumi, menyampaikan kepadaku salam ummatku.โ€ An-Nasaโ€™i Dan setiap kali kita mengirim salam dan shalawat kepada Nabi Saw, dia menanggapi kita. Nabi berkata โ€œTidaklah seseorang menyampaikan salam untukku, melainkan Allah akan mengembalikan ruhku hingga aku membalas salam tersebut untuknya.โ€ HR. Abu Daud no. 2041. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan BACA JUGA Kebiasaan-Kebiasaan Nabi Muhammad, Manfaatnya Terbukti secara Ilmiah Bayangkan menjadi saudara lelaki atau perempuan dari manusia yang begitu hebat, dan kemudian dia membalas salam Anda. Ini benar-benar suatu kehormatan. Banyak dari kita dibesarkan sebagai Muslim tumbuh belajar jalan atau kehidupan dari Nabi Muhammad. Dan banyak orang yang insaf mempelajari jalan hidup Nabi tepat di luar pintu gerbang. Tetapi kita tidak harus berhenti belajar, berpikir kita tahu segala sesuatu yang perlu diketahui tentang dia. Banyak ulama besar Islam menghabiskan seluruh hidup mereka untuk belajar dan menghafal perincian kehidupan Nabi. Siapa yang kita pikir kita tahu segalanya yang perlu diketahui setelah beberapa buku atau kuliah? Mempelajari perihidup Nabi Muhammad merupakan studi yang tiada akhir bagi pengikutnya. Kedua, laksanakan sunnahnya Selain itu, ketika kita belajar, kita dapat menerapkan sunnah Nabi untuk kehidupan kita sendiri. Ini adalah tujuan bagi setiap Muslim. Kehidupan yang Banyak informasi tentang ini dalam Quran dan hadis otentik. Sunnah Nabi merupakan contoh bagaimana Allah menghendaki kita menjalani hidup. Dengan mengenal Nabi Muhammad Saw dan mengetahui tentang hidupnya, dan mengirim shalawat kepadanya, kita menjadi lebih dekat dengan Nabi dan lebih dekat dengan Allah SWT. Semakin banyak yang kita tahu tentang Nabi Muhammad, semakin kita tidak akan bisa untuk tidak mencintainya dan bahkan ingin mengikuti teladannya. Dan dalam melakukan ini kita akan menjadi lebih dekat dengannya daripada para Sahabat. Kita akan menjadi saudara laki-laki dan saudara perempuan yang dia rindukan. [] SUMBER ABOUT ISLAM Kawasan Raudhah dan koridor di depan Makam Rasulullah SAW kian padat menyusul makin banyaknya jamaah haji yang tiba di Madinah, Selasa 24/7. Para jamaah berebut mengunjungi tempat yang disebut penuh berkah tersebut. Di antara keutamaan umat Islam adalah keyakinan kuat tentang nabi dan rasul mereka, Muhammad SAW, meski tidak pernah berjumpa dan belajar langsung kepada beliau. Hal inilah yang menjadikan salah satu poin, mengapa Rasulullah SAW sangat merindukan dan ingin segera bertemu kita, umatnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah RA. โ€œSalam atas kalian wahai penghuni kuburan tempat orang-orang beriman. Aku insya Allah akan menyusul kalian. Aku ingin sekali berjumpa saudara-saudaraku.โ€™ Mereka para sahabat berkata, Wahai Rasulullah, bukankah kami saudaramu?โ€™ Beliau bersabda, Kalau kalian adalah para sahabatku. Saudara-saudaraku adalah mereka orang-orang beriman yang belum ada sekarang ini dan aku akan mendahului mereka di telaga.โ€™ Mereka berkata, Wahai Rasulullah, bagaimana engkau mengenali orang-orang beriman yang datang setelah engkau dari kalangan umatmu?โ€™ Beliau bersabda, Bukankah jika seseorang punya kuda yang sebagian kecil bulunya putih akan mengenali kudanya di tengah kuda-kuda yang hitam legam?โ€™ Mereka menjawab, Yaโ€™ Beliau berkata, Sesungguhnya mereka akan datang pada hari kiamat dengan cahaya putih karena wudhu. Dan aku akan menunggu mereka di telaga.โ€ Kerinduan Rasulullah terhadap kita, umatnya, secara tegas juga disampaikan oleh Imam al-Qusyairi dalam kitabnya ar-Risalah. Dia mengutip riwayat dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW pernah bersabda.โ€Kapan aku akan bertemu para kekasihku?โ€ Para sahabat bertanya, โ€Bukankah kami adalah para kekasihmu?โ€ Rasulullah menjawab,โ€Kalian memang sahabatku, para kekasihku adalah mereka yang tidak pernah melihatku, tetapi mereka percaya kepadaku. Dan kerinduanku kepada mereka lebih besar.โ€ Akankah kita termasuk mereka yang dirindukan Rasulullah? BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini Pesan Rasulullah Cintailah Saudaramu, Seperti Mencintai Diri Sendiri Islam adalah agama yang mengajarkan untuk mencintai dan menyayangi saudara. Rasulullah mengajarkan agar mencintai saudara seperti halnya mencintai diri sendiri, dalam hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah SAW berkataู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุญูุจู‘ูŽ ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ู…ูŽุง ูŠูุญูุจู‘ู ู„ูู†ูŽูู’ุณูู‡ูโ€œTidak beriman salah seorang dari kalian sampai mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.โ€ HR Bukhari dan Muslim Ketika menjelaskan hadis ini, para ulama menekankan pada beberapa hal, berikut uraiannyaPertama, ungkapan โ€œtidak berimanโ€ bukan berarti menjadikan pelakunya menjadi kafir. Ungkapan โ€œtidak berimanโ€ maksudnya tidak memiliki iman yang sempurna. Hal ini sesuai dengan yang ditegaskan Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari berdasarkan beberapa petunjuk dari riwayat yang ungkapan โ€œmencintai saudaraโ€ maksudnya dalam hal kebaikan. Bukan menyetujui semua tindakannya meski dalam hal buruk. Mencintai saudara hanya khusus dalam hal kebaikan sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar dan Al-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim. Kebaikan di sini mencakup perilaku-perilaku ketaatan dan hal-hal yang hukumnya mubah, baik urusan dunia maupun akhirat. Selain itu, kebaikan juga mengecualikan hal-hal yang Ibnu Hajar, terkait hadis ini, menjelaskan secara spesifik bentuk praktis dari mencintai saudara seperti halnya mencintai diri sendiri. Beliau mengatakanูˆูŽุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุฏ ู‡ูู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ู…ูŽูŠู’ู„ู ุงู„ูุงุฎู’ุชููŠูŽุงุฑููŠู‘ ุฏููˆู† ุงู„ุทู‘ูŽุจููŠุนููŠู‘ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽุณู’ุฑููŠู‘ ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุฏ ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญูุจู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ุตูู„ ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ู†ูŽุธููŠุฑ ู…ูŽุง ูŠูŽุญู’ุตูู„ ู„ูŽู‡ู ุŒ ู„ูŽุง ุนูŽูŠู’ู†ู‡ ุŒ ุณูŽูˆูŽุงุก ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูู…ููˆุฑ ุงู„ู’ู…ูŽุญู’ุณููˆุณูŽุฉ ุฃูŽูˆู’ ุงู„ู’ู…ูŽุนู’ู†ูŽูˆููŠู‘ูŽุฉ ุŒ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุฏ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ุตูู„ ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ู…ูŽุง ุญูŽุตูŽู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ู„ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุณูŽู„ู’ุจู‡ ุนูŽู†ู’ู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุจูŽู‚ูŽุงุฆูู‡ู ุจูุนูŽูŠู’ู†ูู‡ู ู„ูŽู‡ูโ€œCinta yang dimaksud di sini adalah keinginan agar orang yang dicintai mendapatkan kebaikan yang bersifat diusahakan. Bukan sekedar watak asli atau sebab paksaan. Selain itu, ia suka bila saudaranya memperoleh sama dengan seperti yang ia peroleh. Tidak harus sama persis. Entah itu dalam hal-hal yang kasat mata atau tidak. Dan juga, maksud si saudara memperoleh apa yang ia peroleh, artinya tidak harus si pelaku kehilangan perolehan tersebut atau tetap memiliki perolehan tersebut.โ€Keterangan Ibnu Hajar di atas bila dipraktikkan seperti ini, bila menginginkan saudara kita menjadi kaya seperti kita, tidak harus dengan cara membagi harta kekayaan kita. Bisa juga dengan membantunya memiliki perkerjaan yang hasilnya bisa menjadikan ia kaya seperti kita. Dengan cara ini, lanjut Ibnu Hajar, manusia di ajarkan untuk memiliki sikap rendah hati. Sehingga ia tidak mudah iri, dengki, dendam dan sikap buruk lainnya kepada Ibnu Hajar mengutip pernyataan Imam al-Karmani bahwa termasuk dari kesempurnaan iman juga, membenci saudaranya tertimpa keburukan yang ia benci bila sesuatu tersebut menimpa dirinya sendiri. Dan ini tidak perlu harus ada dalam hadis. Sebab mencintai sesuatu berati membenci kebalikannya. Menjadi umat yang hidup jauh dari masa Nabi bukan alasan untuk kita berkecil hati. Apabila generasi pendamping Rasulullah SAW merupakan sahabat beliau, maka umatnya yang hadir jauh belakangan beliau sebut sebagai saudaranya. Dan beliau mengaku rindu pada umat yang akan datang kemudian ini. Kemampuan kita meyakini dan mencintai Rasulullahรขโ‚ฌโ€selaku Nabi yang hidup jauh sebelum kitaรขโ‚ฌโ€sangat beliau hargai. Di sisi lain, kerinduan Rasulullah pada umatnya yang bahkan belum pernah dijumpai, menunjukkan keluasan hati Nabi dalam menampung energi cinta. Kerinduan Nabi pada saudaranya ini terekam melalui riwayat Imam Muslim, Imam Malik, juga Imam an-Nasaรขโ‚ฌโ„ขi yang diceritakan oleh Abu Hurairah. รขโ‚ฌล“Suatu hari Rasulullah SAW pergi ke pemakaman. Kemudian beliau berkata, รขโ‚ฌหœSalam atas kalian wahai penghuni kuburan tempat orang-orang beriman. Aku insya Allah akan menyusul kalian. Aku ingin sekali berjumpa dengan Kemudian para sahabat berkata, รขโ‚ฌหœWahai Rasulullah, bukankah kami saudaramu?รขโ‚ฌโ„ข Beliau pun bersabda, รขโ‚ฌหœKalian adalah para sahabatku. Adapun saudara-saudaraku adalah mereka orang-orang beriman yang belum ada sekarang ini dan aku akan mendahului mereka di Mereka para sahabat kembali bertanya, รขโ‚ฌหœWahai Nabi, bagaimana engkau mengenali orang-orang beriman yang datang setelah engkau dari kalangan umatmu?รขโ‚ฌโ„ข Rasulullah SAW bersabda, รขโ‚ฌหœBukankah jika seseorang memiliki kuda yang terdapat bulu putihnya ia akan mengenalinya di tengah-tengah kuda-kuda lain yang berwarna hitam legam?รขโ‚ฌโ„ข Mereka menjawab, รขโ‚ฌหœYa, wahai Rasulรขโ‚ฌโ„ข. Beliau berkata, รขโ‚ฌหœSesungguhnya mereka akan datang pada hari kiamat dengan cahaya putih karena wudhu. Dan aku akan menunggu mereka di Cinta Nabi Muhammad tak memandang generasi. Tak terbatas pada mereka yang langsung bersinggungan dengan beliau atau mereka yang menyambut seruan beliau saja. Ibarat kata, kita sebagai generasi รขโ‚ฌหœpenikmatรขโ‚ฌโ„ข, tak turut berjuang membantu dakwah Nabi, namun tetap mendapat limpahan kasih Rasulullah SAW. Penjelasan lebih lanjut mengenai siapa yang Nabi sebut sebagai saudara, bisa kita cermati dari potongan hadis yang diceritakan oleh Imam Ahmad, bahwa รขโ‚ฌล“Saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi beriman Sabda tersebut menunjukkan keutamaan orang yang mengimani Nabi sekalipun belum pernah bersua dengannya. Sekaligus berita gembira bagi seluruh umat Nabi Muhammad SAW, baik yang sezaman dengan beliau maupun tidak. Mereka semua yang mengimani, meneladani, dan berpegang pada petunjuk Nabi adalah orang-orang yang beruntung. Meyakini dan meneladani Nabi adalah syarat untuk menjadi saudara yang benar-benar beliau rindukan. Bagaimana orang bisa percaya dan cinta pada seseorang yang belum pernah dilihatnya dan hanya mereka ketahui melalui penuturan guru serta lembaran teks-teks agama. Apalagi antara kita dan Nabi terpisah oleh masa yang lama. Ini adalah satu hal yang luar biasa. Keyakinan tanpa pernah melihat adalah cinta agung yang mendekatkan kita dengan Nabi. Sebab itu, masuk akal jika hadis tadi memerlihatkan betapa Rasulullah SAW begitu menghargai keyakinan dan perasaan cinta pada beliau dari umatnya yang hidup belakangan. Hingga Nabi pun menyematkan gelar รขโ‚ฌล“saudaraรขโ‚ฌย sebagaimana dalam hadis tadi. Para pengikut setia Nabi ini akan dikenal melalui tanda putih dalam dirinya yang merupakan bekas dari wudhu. Ini merupakan keutamaan wudhu, di mana Allah mengkhususkan umat Nabi Muhammad dengan atsar wudhu. Di akhirat kelak, orang-orang beriman akan teridentifikasi melalui wajahnya yang putih berseri dan nampak bersinar karena rasa bahagia. Allah berfirman dalam QS. Ali Imran 106, Pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Tidak hanya sampai situ, Rasulullah SAW juga kelak menanti umatnya yang mengimani beliau di tepi telaga surga. Kerinduan yang jauh-jauh hari dinyatakan Nabi harus kita balas dengan cinta tulus dan sungguh-sungguh, dibuktikan tak hanya melalui lisan tapi juga tindakan. Hingga pantas kita untuk disebut sebagai saudara Nabi. Di samping itu, kita mesti senantiasa waspada agar tidak melanggar tuntunan beliau, karena itu bisa menjadi penghalang pertemuan agung dengan Rasulullah SAW kelak. Sabda ini adalah motivasi bagi kita untuk meneguhkan keimanan dan keteladanan pada Nabi. Demikian langkah untuk memantaskan diri menjadi saudara Nabi. Tak perlu berkecil hati sebab tak semasa hidup dengan Rasulullah. Karena beliau sangat mengapresiasi umatnya yang mendedikasikan cinta untuk Nabi meskipun belum pernah bersua. Kita mesti memperbanyak shalawat dan mempraktikan ajaran Rasulullah agar tetap terkoneksi dengan beliau. Sampai kelak bisa bertemu, melepas rindu, memeluk, dan memandang wajah Nabi Muhammad SAW di tepi telaga surga. Wallahu aรขโ‚ฌโ„ขlam. [] Khalilatul AzizahRedaktur Middle East Issues Enthusiast dengan latar belakang pendidikan di bidang Islamic Studies dan Hadis. Senang berliterasi, membahas persoalan sosial keagamaan, politisasi agama, moderasi, khazanah kenabian, juga pemikiran Islam. Hadits ke 13 Mencintai Kebaikan untuk Saudaranya ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ุญูŽู…ู’ุฒูŽุฉ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฎูŽุงุฏูู…ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุญูุจู‘ูŽ ู„ุฃูŽุฎููŠู’ู‡ู ู…ูŽุง ูŠูุญูุจู‘ู ู„ูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู’ู„ุจูุฎูŽุงุฑููŠู‘ ูˆูŽู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ Dari Abu Hamzah โ€“Anas bin Malik radhiyallahu anhuโ€“ pembantu Rasulullah, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda โ€Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman dengan keimanan yang sempurna sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.โ€ HR. Al Bukhari dan Muslim Beritahu yang lain โ€“ Sebagai seorang muslim, tentunya kita harus mengetahui Hadits Tentang Persaudaraan Sesama Muslim agar kita senantiasa berusaha untuk menjaga hubungan persaudaraan diantara umat islam. Oleh karena itu, dalam sharing kali ini kita akan memberikan beberapa contoh hadits yang berkaitan dengan pentingnya kita menjaga Tali Persaudaraan Sesama Muslim. Semoga bisa bermanfaat untuk sahabat muslim dimanapun berada. Aamiin Berikut ini adalah Kumpulan Hadits Tentang Persaudaraan Sesama Muslim yang harus kita ketahui 1. Hadits Bukhari Nomor 459 ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ูƒูŽุงู„ู’ุจูู†ู’ูŠูŽุงู†ู ูŠูŽุดูุฏู‘ู ุจูŽุนู’ุถูู‡ู ุจูŽุนู’ุถู‹ุง ูˆูŽุดูŽุจู‘ูŽูƒูŽ ุฃูŽุตูŽุงุจูุนูŽู‡ู Artinya โ€œDari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda โ€œSesungguhnya seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.โ€ kemudian beliau menganyam jari jemarinya.โ€ 2. Hadits Ahmad Nomor 1605 ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูุฌูŽุฏู‘ูู‡ู ูŠูŽุฒููŠุฏูŽ ุจู’ู†ู ุฃูŽุณูŽุฏู ุฃูŽุญูุจู‘ูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู…ูŽุง ุชูุญูุจู‘ู ู„ูู†ูŽูู’ุณููƒูŽ Artinya โ€œSesungguhnya Nabi Shallallahuโ€™alaihiwasallam bersabda kepada kakeknya, Yazid bin Asad, โ€œCintalah kepada manusia sebagaimana kamu mencintai untuk dirimu.โ€ 3. Hadits Tirmidzi Nomor 1853 ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽูู‘ูŽุณูŽ ุนูŽู†ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูƒูุฑู’ุจูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ูƒูุฑูŽุจู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ู†ูŽูู‘ูŽุณูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูƒูุฑู’ุจูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ูƒูุฑูŽุจู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุณู‘ูŽุฑูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุนู’ุณูุฑู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูŠูŽุณู‘ูŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽุชูŽุฑูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุณูŽุชูŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุนูŽูˆู’ู†ู ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ูููŠ ุนูŽูˆู’ู†ู ุฃูŽุฎููŠู‡ู Artinya โ€œDari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, โ€œBarangsiapa yang meringankan menghilangkan kesulitan seorang muslim kesulitan-kesulitan duniawi, maka Allah akan meringankan menghilangkan baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka Allah akan memudahkan baginya kemudahan urusan di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selalu ia menolong saudaranya.โ€ 4. Hadits Tirmidzi Nomor 1877 ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุดู’ูƒูุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุดู’ูƒูุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุญูŽุฏููŠุซูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŒ ุตูŽุญููŠุญูŒ Artinya โ€œdari [Abu Hurairah] ia berkata; Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda โ€œSiapa yang tidak pandai bersyukur berterima kasih kepada manusia, berarti ia belum bersyukur kepada Allah.โ€ Abu Isa berkata; Ini adalah hadits hasan shahih.โ€ 5. Hadits Bukhari Nomor 2262 ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฃูŽุฎููˆ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ู„ูŽุง ูŠูŽุธู’ู„ูู…ูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุณู’ู„ูู…ูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ุญูŽุงุฌูŽุฉู ุฃูŽุฎููŠู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุญูŽุงุฌูŽุชูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ููŽุฑู‘ูŽุฌูŽ ุนูŽู†ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูƒูุฑู’ุจูŽุฉู‹ ููŽุฑู‘ูŽุฌูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูƒูุฑู’ุจูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ูƒูุฑูุจูŽุงุชู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽุชูŽุฑูŽ ู…ูุณู’ู„ูู…ู‹ุง ุณูŽุชูŽุฑูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู Artinya โ€œSeorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzhaliminya dan tidak membiarkannya untuk disakiti. Siapa yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu kebutuhannya. Siapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari qiyamat. Dan siapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutup aibnya pada hari qiyamat.โ€ 6. Hadits Ibnu Majah Nomor 3929 ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุณูุจูŽุงุจู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ููุณููˆู‚ูŒ ูˆูŽู‚ูุชูŽุงู„ูู‡ู ูƒููู’ุฑูŒ Artinya โ€œRasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda โ€œMencela orang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran.โ€ 7. Hadits Muslim Nomor 4023 ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุณูุชู‘ูŒ ู‚ููŠู„ูŽ ู…ูŽุง ู‡ูู†ู‘ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู‚ููŠุชูŽู‡ู ููŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุนูŽุงูƒูŽ ููŽุฃูŽุฌูุจู’ู‡ู ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุณู’ุชูŽู†ู’ุตูŽุญูŽูƒูŽ ููŽุงู†ู’ุตูŽุญู’ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุนูŽุทูŽุณูŽ ููŽุญูŽู…ูุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ููŽุณูŽู…ู‘ูุชู’ู‡ู ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุฑูุถูŽ ููŽุนูุฏู’ู‡ู ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุงุชูŽ ููŽุงุชู‘ูŽุจูุนู’ู‡ู Artinya โ€œDari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda โ€œHak seorang muslim terhadap seorang muslim ada enam perkara.โ€ Lalu beliau ditanya; Apa yang enam perkara itu, ya Rasulullah? Jawab beliau 1 Bila engkau bertemu dengannya, ucapkankanlah salam kepadanya. 2 Bila dia mengundangmu, penuhilah undangannya. 3 Bila dia minta nasihat, berilah dia nasihat. 4 Bila dia bersin lalu dia membaca tahmid, doakanlah semoga dia beroleh rahmat. 5 Bila dia sakit, kunjungilah dia. 6 Dan bila dia meninggalkan, ikutlah mengantar jenazahnya ke kubur.โ€ 8. Hadits Abu Daud Nomor 4536 ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽูŠู’ู†ู ูŠูŽู„ู’ุชูŽู‚ููŠูŽุงู†ู ููŽูŠูŽุชูŽุตูŽุงููŽุญูŽุงู†ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ูู…ูŽุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูู’ุชูŽุฑูู‚ูŽุง Artinya โ€œRasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda โ€œTidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan kecuali Allah akan memberi ampunan kepada keduanya sebelum mereka berpisah.โ€ 9. Hadits Muslim Nomor 4639 ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุจู’ุณูŽุทูŽ ู„ูŽู‡ู ูููŠ ุฑูุฒู’ู‚ูู‡ู ูˆูŽูŠูู†ู’ุณูŽุฃูŽ ู„ูŽู‡ู ูููŠ ุฃูŽุซูŽุฑูู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุตูู„ู’ ุฑูŽุญูู…ูŽู‡ู Artinya โ€œBarangsiapa yang ingin dilapangkan rezkinya, dan ingin dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung silaturrahmi.โ€ 10. Hadits Muslim Nomor 4685 ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูููŠ ุชูŽูˆูŽุงุฏู‘ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุชูŽุฑูŽุงุญูู…ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุชูŽุนูŽุงุทูููู‡ูู…ู’ ู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ุฅูุฐูŽุง ุงุดู’ุชูŽูƒูŽู‰ ู…ูู†ู’ู‡ู ุนูุถู’ูˆูŒ ุชูŽุฏูŽุงุนูŽู‰ ู„ูŽู‡ู ุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ุจูุงู„ุณู‘ูŽู‡ูŽุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุญูู…ู‘ูŽู‰ Artinya โ€œRasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda โ€œOrang-Orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga tidak bisa tidur dan panas turut merasakan sakitnya.โ€ 11. Hadits Nasai Nomor 4931 ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู†ูŽูู’ุณู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุจููŠูŽุฏูู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุญูุจู‘ูŽ ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ู…ูŽุง ูŠูุญูุจู‘ู ู„ูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู Artinya โ€œDari Anas bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda โ€œDemi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, tidaklah sempurna keimanan salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai kebaikan bagi saudaranya sebagaimana ia mencintai kebaikan bagi dirinya sendiri.โ€ 12. Hadits Bukhari Nomor 5605 ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุง ุชูŽุจูŽุงุบูŽุถููˆุง ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุญูŽุงุณูŽุฏููˆุง ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฏูŽุงุจูŽุฑููˆุง ูˆูŽูƒููˆู†ููˆุง ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุญูู„ู‘ู ู„ูู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‡ู’ุฌูุฑูŽ ุฃูŽุฎูŽุงู‡ู ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู Artinya โ€œBahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda โ€œJanganlah kalian saling membenci, saling mendengki, saling membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara, dan tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi tiga hari.โ€ 13. Hadits Bukhari Nomor 5613 ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุญูู„ู‘ู ู„ูุฑูŽุฌูู„ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‡ู’ุฌูุฑูŽ ุฃูŽุฎูŽุงู‡ู ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซู ู„ูŽูŠูŽุงู„ู ูŠูŽู„ู’ุชูŽู‚ููŠูŽุงู†ู ููŽูŠูุนู’ุฑูุถู ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽูŠูุนู’ุฑูุถู ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูŽุจู’ุฏูŽุฃู ุจูุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู Artinya โ€œBahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda โ€œTidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi tiga malam, jika bertemu yang ini berpaling dan yang ini juga berpaling, dan sebaik-baik dari keduanya adalah yang memulai mengucapkan salam.โ€ 14. Hadits Bukhari Nomor 6437 ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฃูŽุฎููˆ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ู„ูŽุง ูŠูŽุธู’ู„ูู…ูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุณู’ู„ูู…ูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ุญูŽุงุฌูŽุฉู ุฃูŽุฎููŠู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุญูŽุงุฌูŽุชูู‡ู Artinya โ€œBahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda โ€œSeorang muslim adalah saudara muslim lainnya, tidak menzhaliminya dan tidak menyerahkannya kepada musuh, barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya.โ€ Baiklah, Demikianlah sharing kita kali ini terkait 14 Hadits Tentang Persaudaraan Sesama Muslim, Semoga hadist tentang persaudaraan islam yg kita share diatas bisa bermanfaat dan bisa menjadikan seluruh umat muslim bersatu dan saling tolong menolong dalam segala halnya. Aamiin Ya Rabbal Alamin. Terimakasih. Artikel Terkait Hadits Tentang Keutamaan Kurban Idul Adha Hadits Tentang Menuntut Ilmu Sampai Ke Negeri Cina 5 Hadits Tentang Sabar dan Ikhlas Post Views 718

hadits rasulullah merindukan saudaranya